Fish

Senin, 07 Januari 2013

Pengaruh Motivasi Orang Tua Terhadap Anak

Motivasi yang diberikan orang tua terhadap anak-anaknya merupakan salah satu faktor pengaruh yang cukup penting dalam menunjang perkembangan dan keberhasilan anak. Sering saya mendengar pertanyaan tentang “Bagaimana Anda memotivasi anak agar mau melakukan sesuatu?” Kebanyakan dari orang tua memang ingin tahu “trik sulap” seperti apa yang bisa dilakukan untuk memotivasi anak-anak mereka sehingga bisa berhasil, menjadi anak baik, sehat, dan menyenangkan.
Saya pikir hal itu juga merupakan bagian dari yang diinginkan anak-anak, yang menginginkan diri mereka untuk berada “dalam zona”, di mana semuanya mudah dan memberikan perasaan yang menyenangkan. Dalam hal ini berarti baik anak-anak maupun orang tua sama-sama memiliki keinginan seperti itu, hanya saja dalam cara pandang masing-masing yang kemungkinan besar saling berbeda.
Hal paling utama dalam memberikan motivasi itu adalah hasil yang diinginkan. “Apakah Anda ingin anak-anak Anda melakukan sesuatu yang mereka inginkan ataukah sesuatu yang Anda inginkan?”
Pertanyaan ini penting diajukan mengingat pilihan pertamanya adalah memotivasi, tetapi yang lainnya bukan. Jika Anda ingin anak-anak Anda untuk melakukan sesuatu yang Anda inginkan, berarti Anda mencoba memanipulasi mereka, artinya Anda perlu trik manipulasi motivasi. Tetapi jika Anda ingin mendorong anak-anak Anda melakukan sesuatu yang mereka inginkan, Anda cukup melakukan trik motivasi. Banyak orang tua tidak membedakan antara keduanya. Mereka merasa bahwa karena mereka memiliki “niat baik”, akhirnya mereka mencampur-adukan keduanya, padahal manipulasi adalah formula lain yang bisa menimbulkan bencana hubungan orangtua-anak.
Jika Anda ingin memotivasi anak-anak Anda, hal utama yang perlu Anda lakukan adalah mengetahui apa yang anak-anak Anda inginkan. Satu-satunya cara untuk mengetahui apa yang mereka inginkan adalah dengan bertanya. Banyak orang tua berpikir bahwa mereka tahu apa yang anak-anak mereka inginkan, tanpa bertanya terlebih dahuu. Ada yang mengatakan mereka masih kecil, ada yang mengatakan mereka belum mengerti apa yang mereka inginkan, dan ada pula yang takut anak-anak mereka akan dipengaruhi orang lain, tapi sebenarnya keinginan anak-anak Anda adalah bahan utama dalam keberhasilan hidup mereka, terlepas apakah mereka masih kecil, bingung, ataupun banyak dipengaruhi.
Tugas untuk mencari tahu apa yang anak Anda pikirkan dan inginkan akan jauh lebih mudah ketika mereka masih kecil. Alasannya karena pada usia ini imajinasi mereka tidak terbatas dan mereka membiarkan diri mereka menginginkan hal-hal besar secara bebas serta senang mengekspresikan keinginan dan impian mereka.
Ekspresi diri adalah keterampilan lain yang juga penting, yang menunjukkan bahwa anak-anak (atau siapapun) berhak untuk bahagia dan sukses. Kebalikan dari ekspresi diri adalah frustrasi, dan memotivasi anak yang frustrasi adalah salah satu tugas paling menantang bagi orang tua, bahkan akan terasa sulit dan berat pada kelompok usia anak tertentu.
Sebagian anak memang ada yang bisa leluasa mengatakan apa yang diinginkannya. Akan tetapi sebagian besarnya merasa tidak yakin, bingung, dan mereka lebih nyaman mengatakannya hanya ketika ditanya orang tuanya.
Pada sebagian besar kasus, memang sering terjadi pertentangan antara apa yang diinginkan anak dengan keinginan orang tua. Manakala pertentangan ini terjadi, tentu solusi terbaiknya adalah dengan mendiskusikannya sehingga hal itu tidak menjadi permasalahan yang berlarut-larut yang boleh jadi akan mengganggu hubungan orang tua-anak. Namun bagaimanapun, orang tua yang bijak tentu akan lebih mengedapankan keinginan anaknya selama hal itu baik dan positif dari berbagai segi. Dan di sisi lain, anak-anak yang telah cukup mampu memahami, tentu bisa saja lebih menuruti keinginan orang tuanya daripada memaksakan kehendak dirinya.
Setelah adanya kesepahaman ini, barulah motivasi dari orang tua akan memberi pengaruh dan berguna. Tanpa adanya titik temu dari kedua belah pihak, tentu motivasi apapun yang diberikan tidak akan memberikan hasil yang optimal, bahkan tidak berpengaruh sama sekali.

 
memelihara dan meningkatkan semangat belajar siswa. Bagi siswa motivasi belajar dapatmenumbuhkan semangat belajar sehingga siswa terdorong untuk melakukan perbuatan belajar. Siswa melakukan aktivitas belajar dengan senang karena didorong motivasi.Selama ini kebanyakan motivasi belajar akuntansi siswa kelas XI IS SMA Negeri 1Karanganom Klaten kurang, hal ini dapat dilihat dari kurangnya perhatian siswa dalammenerima pelajaran akuntansi di kelas. Selain itu masih ada siswa yang terlambatmengerjakan tugas, tidak memiliki kelengkapan belajar akuntansi misalnya: kalkulator, penggaris.Sedangkan faktor dari luar diri siswa yang dapat mempengaruhi belajar adalah faktor metode pembelajaran. Selain siswa, unsur terpenting yang ada dalam kegiatan pembelajaran adalah guru. Guru sebagai pengajar yang memberikan ilmu pengetahuansekaligus pendidik yang mengajarkan nilai-nilai, akhlak, moral maupun sosial dan untuk menjalankan peran tersebut seorang guru dituntut untuk memiliki pengetahuan danwawasan yang luas yang nantinya akan diajarkan kepada siswa. Seorang guru dalammenyampaikan materi perlu memilih metode mana yang sesuai dengan keadaan kelasatau siswa sehingga siswa merasa tertarik untuk mengikuti pelajaran yang diajarkan.Dengan variasi metode dapat meningkatkan kegiatan belajar siswa (Slameto,2003:96)Metode pembelajaran akuntansi adalah cara atau pendekatan yang dipergunakan dalammenyajikan atau menyampaikan materi pelajaran akuntansi. Mata pelajaran akuntansiadalah mata pelajaran yang membutuhkan kasabaran, kecermatan, serta ketelitian. Untuk itu guru dituntut untuk tidak hanya menyampaikan materi secara lisan atau ceramah sajatetapi harus memilih metode yang dapat melatih siswa belajar, misalnya dengan diskusi, praktek komputer akuntansi, memperbanyak latihan mengerjakan soal. Selama ini guru didalam menyampaikan materi pelajaran akuntansi dengan ceramah secara lisan dandengan menjelaskan materi di papan tulis.Selain faktor metode pembelajaran, faktor eksternal yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah faktor lingkungan.Lingkungan merupakan suatu komponen sistemyang ikut menentukan keberhasilan proses pendidikan.Dalam penelitian ini kondisilingkungan sekolah dan keluarga menjadi perhatian karena faktor ini sangat dekat dengankehidupan sehari-hari siswa yang sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar. Sekolahadalah wahana kegiatan dan proses pendidikan berlangsung. Di sekolah nilai-nilaikehidupan ditumbuhkan dan dikembangkan. Oleh karena itu, sekolah menjadi wahanayang sangat dominan bagi pengaruh dan pembentukan sikap, perilaku, dan prestasiseorang siswa (Tu’u, 2004:18)Lingkungan sekolah yang kondusif akan mendukung proses kegiatan belajar mengajar.Lingkungan sekolah SMA Negeri 1 Karanganom yang letaknya sangat dekat dengan jalan raya menyebabkan proses kegiatan belajar mengajar agak terganggu selain itu buku pelajaran akuntansi yang tersedia di perpustakaan yang digunakan dalam pelajarankurang lengkap.Selain lingkungan sekolah, lingkungan keluarga juga berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa. Pengaruh pertama dan utama bagi kehidupan, pertumbuhan dan perkembangan seseorang adalah keluarga. Banyak waktu dan kesempatan bagi anak 
 
untuk berjumpa dan berinteraksi dengan keluarga.Perjumpaan dan interaksi tersebutsangat besar pengaruhnya bagi perilaku dan prestasi seseorang (Tu’u,2004:16).Seiring dengan perkembangan jaman, dalam kenyataannya tidak terasa telah terdapat pergeseran fungsi dan peranan orang tua terhadap pendidikan anaknya. Kebanyakan paraorang tua menyerahkan sepenuhnya pendidikan anaknya pada sekolah. Padahalseharusnya orang tua memberikan perhatian dan semangat belajar yang lebih, karenawaktu di rumah lebih banyak daripada di sekolah.Mata Pelajaran Akuntansi merupakan salah satu mata pelajaran yang harus dikuasai olehsiswa jurusan IS. Penguasaan siswa terhadap mata pelajaran akuntansi dapat dilihat darikemampuan dalam melakukan pembukuan. Sekolah Menengah Atas Negeri 1Karanganom Klaten mempunyai harapan siswa jurusan Ilmu Sosial (IS) mampumenguasai mata pelajaran akuntansi tetapi yang menjadi kendala adalah mata pelajaranakuntansi dianggap sulit oleh siswa. Mata pelajaran Akuntansi yang diajarkan di SMAmasih bersifat dasar yaitu siklus Akuntansi. Siklus akuntansi merupakan proses pencatatan, pengelompokkan, pengikhtisaran, serta penyusunan laporan keuangan baik didalam perusahaan jasa, dagang maupun koperasi.Dari hasil penelitian awal yang dilakukan di SMA Negeri 1 Karanganom Klatenmenunjukkan bahwa nilai-nilai rata-rata ulangan harian mata pelajaran akuntansi belummencapai hasil yang maksimal. Dari 159 siswa sebanyak 90 siswa tuntas dalam belajar dan masih ada 69 siswa belum tuntas.Standart Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM) yangditetapkan di SMA Negeri 1 Karanganom Klaten untuk mata pelajaran akuntansi yaitu68.Dari kenyataan tersebut dapat diindikasikan bahwa hasil belajar siswa belum cukupoptimal. Hal itu dapat disebabkan karena faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar .Faktor-faktor yng mempengaruhi prestasi belajar siswa dapat berasal dari dalamdiri siswa antara lain motivasi belajar, sedangkan faktor dari luar diri siswa yang dapatmempengaruhi prestasi belajar siswa diantaranya adalah faktor metode pembelajaran danfaktor lingkungan.Yang termasuk lingkungan dalam penelitian ini adalah lingkungansekolah dan lingkungan keluarga. Atas dasar pemikiran di atas, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul: “Pengaruh Motivasi, Metode Pembelajaran, danLingkungan terhadap Prestasi Belajar Akuntansi pada Siswa Kelas XI Ilmu Sosial SMA Negeri 1 Karanganom Klaten”1.2 Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang yang telah diungkapkan maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:1. Bagaimanakah motivasi belajar akuntansi siswa kelas XI IS SMA Negeri 1Karanganom Klaten?2. Bagaimanakah metode pembelajaran yang digunakan guru akuntansi dalam pembelajaran pada siswa kelas XI IS SMA Negeri 1 Karanganom Klaten?3. Bagaimanakah kondisi lingkungan sekolah siswa kelas XI IS SMA Negeri 1Karanganom Klaten?4. Bagaimanakah kondisi lingkungan keluarga siswa kelas XI IS SMA Negeri 1
 
Karanganom Klaten?5. Apakah ada pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar, metode pembelajaran,lingkungan sekolah dan lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar akuntansi padasiswa kelas XI IS SMA Negeri 1 Karanganom Klaten?1.3 Tujuan PenelitianTujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:1. Untuk mengetahui motivasi belajar akuntansi siswa kelas XI IS SMA Negeri 1Karanganom Klaten.2. Untuk mengetahui metode pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaranakuntansi pada siswa kelas XI IS SMA Negeri 1 Karanganom Klaten.3. Untuk mengetahui kondisi lingkungan sekolah siswa kelas XI IS SMA Negeri 1Karanganom Klaten.4. Untuk mengetahui kondisi lingkungan keluarga siswa kelas XI IS SMA Negeri 1Karanganom Klaten.5. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar,metode pembelajaran, lingkungan sekolah dan lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar akuntansi pada siswa kelas XI IS SMA Negeri 1 Karanganom Klaten.1.4 Manfaat PenelitianManfaat yang diharapakan oleh peneliti dari pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai berikut :1.4.1 Manfaat teoritisa. Menambah wawasan dan pengetahuan peneliti mengenai masalah yang diteliti b. Sebagai latihan dan pengalaman dalam mempraktekkan teori yang diterima dibangkukuliah1.4.2 Manfaat praktisa. Bagi siswa dapat menumbuhkan motivasi belajar yang positif terhadap mata pelajaranakuntansi b. Bagi sekolah sebagai masukan dalam usaha meningkatkan kualitas peserta didik c. Bagi guru sebagai masukan untuk dapat menentukan metode pembelajaran yang tepatsehingga dapat membangkitkan motivasi belajar akuntansi siswanyad. Bagi orang tua dapat menambah kesadaran untuk lebih memberikan dukungan danmotivasi terhadap pendidikan anak



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar